8 Aplikasi Berita Yang Tidak Cocok Bagi Anak Remaja

8 Aplikasi Berita Yang Tidak Cocok Bagi Anak Remaja

8 Aplikasi Berita Yang Tidak Cocok Bagi Anak Remaja – Kebanyakan berita pada  aplikasi ini, bertebaran gosip panas, sensasional, dan bahkan kadang-kadang malah membahas hal-hal yang sangat tidak penting buat anak remaja. Ya, pokoknya isinya seperti bukan buat anak SD begitu, lebih ke arah yang dewasa, yang bisa bikin anak muda bingung atau bahkan keliru sama konsep-konsep penting dalam hidup.

Ada saja berita yang sepertinya lebih cocok buat orang tua daripada buat kita yang masih remaja. Berita yang ada di aplikasi ini juga sangat sering membahas drama-drama orang dewasa, seperti konflik keluarga, skandal selebriti, dan bahkan cerita-cerita dewasa yang tidak sesuai buat diolah sama pikiran anak muda. Bisa-bisa, kalau sering baca, jadi kurang fokus dan malah terbawa suasana yang kurang positif.

Selain itu, banyak berita yang kadang-kadang diproses tidak begitu benar, atau  bahkan malah sengaja dimanipulasi biar jadi lebih seru. Bagi aplikasi ini, sangat tidak seru dan asyik, baca berita yang ternyata hanya settingan atau tidak sesuai sama kenyataan. Akhirnya, anak muda bisa saja jadi bingung mana yang benar, mana yang bohong.

Banyak juga berita yang isinya itu bikin kita jadi insecure. Misalnya, berita tentang tren tubuh ideal, gaya hidup mewah, atau kehidupan sosial yang kelihatan sangat keren. Nah, kalau terus-terusan baca berita seperti ini, bisa-bisa kita jadi terpengaruh dan tidak puas sama diri sendiri. Mendingan fokus sama berita yang benar-benar bermanfaat buat perkembangan diri, deh. Jangan terlalu terbawa sama isu-isu tidak penting yang bisa bikin kita jadi tidak pede.

8 Aplikasi Berita Yang Tidak Cocok Bagi Anak Remaja

1. SkandalSphere

Aplikasi ini seolah-olah menjadi portal berita, namun lebih sering memanjakan sensasi daripada memberikan informasi yang berbobot. Dari gosip selebriti hingga cerita tabu, SkandalSphere menjadi ladang tanah subur bagi berita yang tidak sesuai untuk anak remaja yang masih dalam tahap pembentukan nilai dan moral.

2. SensasiHari Ini

Aplikasi ini menyajikan berita dengan menekankan pada aspek-aspek sensasional dan kontroversial. Melalui judul-judul yang provokatif, SensasiHari Ini tidak memberikan ruang bagi pemahaman yang mendalam atau bahkan perspektif yang seimbang, sehingga menciptakan lingkungan berita yang tidak sehat bagi anak remaja.

3. DuniaTerlarang

Dengan tagline “Berita yang Dilarang untuk Kamu”, DuniaTerlarang menawarkan berita-berita yang penuh dengan konten eksplisit dan bahkan tidak pantas. Aplikasi ini lebih fokus pada menggoda rasa ingin tahu yang negatif daripada memberikan informasi yang mendidik dan positif.

4. KebohonganViral

Aplikasi ini mencurahkan segala upayanya untuk menyebarkan berita palsu dan bahkan rumor tanpa memikirkan dampaknya. Dengan judul-judul menarik, KebohonganViral berhasil menarik perhatian anak remaja tanpa memberikan mereka pemahaman yang benar tentang kebenaran berita.

5. RahasiaMalam

Aplikasi ini secara eksplisit menargetkan berita-berita yang lebih cocok untuk malam hari, sering kali berisi materi yang tidak layak untuk konsumsi anak remaja. Dari cerita misterius hingga konten dewasa, RahasiaMalam berusaha menciptakan ketertarikan melalui unsur-unsur yang tidak sesuai untuk usia mereka.

6. GosipGila

Sebuah aplikasi berita yang lebih fokus pada gosip dan sensasi daripada informasi yang substansial. Ia menjadi sumber ketidakseimbangan informasi sehingga dapat mendorong anak remaja untuk terjebak dalam dunia gosip tanpa nilai edukatif.

7. DramaDaily

Sebuah aplikasi berita yang lebih memilih menyoroti drama-drama kecil sehari-hari daripada peristiwa signifikan. DramaDaily menjadi kumpulan cerita yang meremehkan nilai-nilai substansial dan bahkan mendorong remaja untuk terlibat dalam ceruk kehidupan yang dangkal.

8. CeritaCintaKacau

Aplikasi ini secara eksklusif menyajikan berita mengenai kehidupan asmara selebriti, tanpa mempedulikan dampaknya pada pikiran dan perasaan remaja. CeritaCintaKacau menjadi sumber yang memancing anak muda untuk lebih fokus pada drama percintaan daripada pengembangan pribadi.

Author: Rayres